Durian Tupai King adalah varietas durian premium yang belum lama dikenal luas, ditemukan di Sungai Ara, Bayan Lepas, Pulau Pinang, Malaysia. Namanya belakangan makin sering disebut sebagai salah satu "penantang baru" Musang King di kalangan pecinta durian premium. Daging berwarna kuning keemasan dengan semburat hijau-kebiruan yang khas, teksturnya sangat creamy dan padat.
Durian Tupai King mulai dikenal luas setelah seorang pengusaha durian bernama Chew Chee Wan menemukan pohon durian istimewa di Sungai Ara, Bayan Lepas, Pulau Pinang, Malaysia. Menurut sejumlah laporan, pohon ini sebenarnya sudah ditemukan sejak lama, namun baru belakangan mulai dibudidayakan secara lebih serius agar bisa menghasilkan panen dalam jumlah lebih banyak.
Nama "Tupai King" sendiri (tupai berarti "bajing" dalam Bahasa Melayu) mulai ramai dibicarakan di kalangan pecinta durian sejak beberapa tahun terakhir, dan kini disebut-sebut sebagai salah satu varietas baru yang berpotensi menyaingi popularitas Musang King (D197) dan Blackthorn (D200) — dua raja durian yang sudah lebih dulu mendunia. Menurut berbagai sumber, varietas ini sudah didaftarkan secara resmi ke lembaga pertanian Malaysia, meski detail nomor pendaftarannya masih berbeda-beda tergantung sumber yang kami temukan, jadi kami tidak akan mengklaim angka pastinya di sini.
Saat ini, Durian Tupai King masih tergolong langka bahkan di Malaysia sendiri, dengan permintaan yang mulai datang dari luar negeri seperti Singapura dan China. Harganya di pasar Malaysia juga tergolong premium karena pasokannya yang masih terbatas.
Bentuknya ramping dan oval, berbeda dari durian pada umumnya. Kulitnya hijau keemasan dengan duri yang cenderung sedang, dan ujung durinya sering tampak sedikit menghitam.
Keunikan yang jarang ditemukan di durian lain: Tupai King biasa dibuka dari bagian atas, bukan bawah, karena kulit di bagian itu lebih tipis dan lebih mudah dibelah.
Kuning keemasan dengan semburat hijau-kebiruan yang khas — inilah yang membedakannya secara visual dari Musang King yang warnanya kuning cerah merata.
Creamy dan padat, dengan rasa yang kompleks: perpaduan manis dan pahit yang cenderung seimbang, ada nuansa gurih, serta aftertaste unik yang oleh sebagian orang digambarkan seperti fermentasi.
Sejalan dengan misi kami menghadirkan varietas durian premium terbaik untuk pelanggan Serpong dan BSD, Cicip Durian tertarik memperkenalkan Tupai King sebagai salah satu opsi baru di luar Musang King dan Blackthorn yang sudah lebih dulu jadi andalan kami. Begitu pohon yang sedang kami tunggu mulai berbuah dan hasil panennya lolos standar quality control kami, Tupai King akan resmi masuk ke menu Cicip Durian.
Durian Tupai King adalah varietas durian premium asal Sungai Ara, Bayan Lepas, Pulau Pinang, Malaysia. Ditemukan oleh seorang pengusaha durian lokal dan belakangan mulai dikenal luas sebagai salah satu varietas baru yang disebut-sebut sebagai pesaing Musang King.
Tupai King punya bentuk lebih ramping dan oval, dan uniknya dibuka dari bagian atas (bukan bawah seperti kebanyakan durian) karena kulit di bagian itu lebih tipis. Warna dagingnya kuning keemasan dengan semburat hijau-kebiruan, berbeda dari Musang King yang kuning cerah merata.
Berdasarkan berbagai sumber, teksturnya sangat creamy dan padat, dengan profil rasa yang kompleks: perpaduan manis dan pahit yang seimbang, ada nuansa gurih, dan aftertaste unik yang oleh sebagian orang digambarkan seperti fermentasi.
Belum tersedia. Durian Tupai King masih dalam masa penantian panen pertama. Begitu pohon mulai berbuah, Cicip Durian akan mulai menjualnya di toko BSD Serpong. Chat WA untuk jadi yang pertama tahu saat sudah tersedia.
Menurut sejumlah sumber, varietas ini sudah didaftarkan secara resmi ke lembaga pertanian Malaysia, meski detail nomor pendaftarannya masih simpang siur di berbagai sumber. Kami akan update informasi ini begitu ada kepastian resmi.