Durian Bawor dari Banyumas, Jawa Tengah, terkenal dengan daging yang super tebal, biji kecil, dan tekstur pulen lengket yang sangat khas. Rasanya manis legit dengan sedikit sentuhan pahit, warna daging kuning keemasan hingga oranye tergantung musim panen, dan cocok dinikmati semua kalangan dari anak-anak sampai dewasa.
Nama "Bawor" berasal dari istilah Jawa Banyumasan "diawor-awor" atau "diwor-wor", yang artinya dicampur atau digabung jadi satu. Ini merujuk pada teknik pembibitan durian ini: batang bawahnya disambung dari banyak "kaki" berbagai jenis durian lokal yang tumbuh dari biji, lalu digabungkan jadi satu pohon. Dari kebiasaan "diawor-awor" itulah muncul sebutan Bawor.
Pohon induk tunggal (pit) durian ini ditemukan dan dimiliki oleh Pak Kromo di Banyumas, sehingga secara resmi terdaftar dengan nama Kromo Banyumas (SK Kementan 51/PVL/2013) — sama seperti tercantum di kode klon resmi varietas ini. Namun masyarakat sudah terlanjur akrab memanggilnya Bawor, dan nama itulah yang lebih dikenal luas sampai sekarang.
Konon ceritanya, durian Bawor punya kaitan dengan varietas asal Thailand bernama Channee atau Kanee — meski ini lebih merupakan cerita yang beredar di kalangan pecinta durian dibanding catatan resmi.
"Pelayanan cepat dan ramah. Saya membeli Durian Bawor dan kualitas buahnya bagus. Daging tebal, biji kecil, dan rasanya mantap. Akan beli lagi di sini."
Nama Bawor berasal dari istilah Jawa Banyumasan 'diawor-awor' atau 'diwor-wor' (dicampur jadi satu), merujuk pada batang bawah pohon yang disambung dari banyak kaki berbagai jenis durian lokal. Pohon induk tunggalnya ditemukan Pak Kromo di Banyumas, sehingga secara resmi terdaftar sebagai Kromo Banyumas (SK Kementan 51/PVL/2013), meski masyarakat lebih akrab menyebutnya Bawor.
Bawor (lokal Indonesia dari Banyumas): tekstur pulen lengket, manis legit dengan sedikit sentuhan pahit, daging sangat tebal, biji sangat kecil. Montong (Thailand): tekstur lebih kering dan padat, rasa manis ringan, ukuran buah sangat besar. Bawor unggul di rasa yang lebih kaya dan daging lebih tebal.
Bibit Bawor asli berasal dari okulasi atau cangkok, bukan dari biji. Cirinya: daun lebih lebar dan pendek, batang bawah dari varietas lokal kuat, ada sertifikat varietas dari penangkar terpercaya. Hindari bibit dari biji karena tidak ada jaminan keaslian varietas.
Sangat cocok! Bawor adalah rekomendasi utama untuk pemula karena rasanya manis legit dengan hanya sedikit sentuhan pahit, daging super tebal, dan harganya lebih terjangkau dibanding Musang King. Cocok dinikmati semua kalangan, dari anak-anak sampai dewasa.
Harga Bawor di Cicip Durian bervariasi mengikuti musim dan stok. Umumnya Rp145.000–Rp230.000/kg tergantung ukuran. Chat WA 081280003917 untuk harga real-time dan cek stok hari ini.
Buah durian Bawor utuh, bulat, fresh, dan siap makan — bukan bibit tanaman. Cicip Durian menjual buah durian Bawor asli dari kebun Banyumas, dipilih ketat dan dikirim di hari yang sama. Harga durian Bawor murah dan kompetitif mulai Rp145.000/kg. Kalau kamu mencari bibit durian Bawor untuk ditanam, kunjungi halaman bibit durian Bawor asli kami.
Ya, daging durian Bawor berwarna kuning keemasan hingga oranye, dan warnanya bisa berbeda tergantung musim panen: Bawor yang panen di musim hujan cenderung berwarna kuning, sementara yang panen di musim panas cenderung lebih oranye. Ini dipengaruhi kecukupan nutrisi dan cuaca saat pembentukan buah, bukan penanda kualitas baik/buruk.
Kulit durian Bawor umumnya hijau saat baru dipetik, dan bisa berubah kecoklatan saat sudah matang penuh di pohon. Kulitnya relatif tipis dengan duri yang tidak terlalu tajam dibanding varietas lain, jadi variasi warna dari hijau ke cokelat itu wajar dan tidak menandakan kualitas buruk.
Secara keseluruhan, rasa durian Bawor didominasi manis legit dengan sedikit sentuhan pahit di akhir, aroma kuat, dan tekstur creamy pulen yang jadi favorit banyak orang.